Diberdayakan oleh Blogger.

Kontak

Handphone :

Kontak Phone : 085774557493
Sms : 089657837178


WhatsApp

WhatsApp

PIN

PIN

ALTEKINDO

ALTEKINDO
Businessman - Marketeer - Blogger - Trader - Bitcoiner

Histats

Sabtu, 19 Januari 2013

DRTA (Direct Reading Thinking Activity)


DRTA (Direct Reading Thinking Activity), Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut  terciptanya  masyarakat yang gemar belajar. Proses belajar yang efektif, antara lain dapat dilakukan melalui membaca. Masyarakat yang gemar membaca memperoleh pengetahuan dan wawasan baru. Yang semakin meningkatkan  kecerdasannya sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa sekarang.

DRTA (Direct Reading Thinking Activity), Menurut Burn dan kawan-kawan (dalam Rahim, 2005:1) mengemukakan bahwa “Kemampuan membaca merupakan  sesuatu yang vital dalam suatu masyarakat terpelajar”. Namun, banyak siswa yang tidak  memahami  pentingnya belajar  membaca  tidak akan  termotivasi  untuk belajar.  Sehubungan dengan hal itu  Rahim (2005:1) mengemukakan bahwa, “Belajar membaca  merupakan  usaha yang terus menerus,  dan siswa  yang melihat  tingginya  nilai (value) membaca dalam kegiatan pribadinya akan lebih  giat dalam belajar  dibandingkan  dengan  siswa yang tidak  menemukan  keuntungan  dari kegiatan membaca”. Untuk itu pembelajaran membaca  di sekolah  perlu terus ditingkatkan  memalui berbagai upaya positif. Jika tidak demikian, mustahil setelah pembelajaran  membaca  apapun  jenisnya   dilaksanakan, siswa  akan  mencapai kompetensi  dasar tertentu.

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan  diselenggarakan  secara  interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif  serta memberikan  ruang  yang cukup, penuh  prakarsa, kreativitas, dan  kemandirian  sesuai dengan  bakat, minat dan perkembangan  fisik  serta  psikologis peserta didik.
”.
Yang paling  mempengaruhi  keberhasilan  siswa dalam  membaca, antara  lain: (1) pemahaman; (2) kemahiran dalam aksara; (3) guru membaca yang profesional; (4) pembaca yang baik; (5)  membaca konteks yang bermakna; (6) siswa menemukan manfaat membaca; (7) perkembangan  kosakata  dan pembelajaran; (8)  pengikutsertaan; (9)  teknik dan keterampilan  membaca; (10) asesmen  yang  dinamis.

Apabila dikaitkan dengan pendapat ahli di atas, ada kemungkinan hal ini   disebabkan oleh   beberapa  faktor internal  dalam individu siswa dan faktor eksternal,  terutama  lingkungan belajar yang menunjang dinilai kurang  berkesan, seperti telah dijelaskan. Bahkan menurut  Rahim (2005:17)  bisa juga karena  dipengaruhi, “faktor teknik, metode, dan kemampuan guru”. Teknik yang dimaksud  dalam kerangka pemikiran adalah teknik pemahaman bacaan adalah ilmu dan kiat  di dalam memanfaatkan  segala sumber  yang dimiliki dan atau yang dapat diterapkan  untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pengupayaan tujuan akhir  digunakan sebagai  acuan di dalam menata kekuatan  serta menutup kelemahan yang kemudian  diterjemahkan menjadi program kegiatan merupakan pemikiran tekniks (Joni dalam Rahim, 2005:36).

Untuk mengurangi beban dari masalah di atas, melalui penelitian ini kan diujikan keampuhan dari teknik DRTA (Directed Reading Thinking Activity). Dasar pertimbangan pengujicobaan teknik ini, bersandar pada pendapat Stauffer (dalam Rahin, 2005:47) yang mengemukakan bahwa teknik DRTA (Directed Reading Thinking Activity) memfokuskan keterlibatan siswa dengan teks, karena siswa memprediksi dan membuktikannya ketika mereka membaca. Guru bisa memotivasi usaha dan konsentrasi siswa dengan melibatkan mereka secara intelektual serta mendorong mereka merumuskan pertanyaan dan hipotesis memproses informasi dan mengevaluasi solusi sementara...

Selain karena dasar pertimbangan di atas juga terbersit niat untuk membuktikan apakah benar teknik ini tidak hanya sekedar kritik terhadap teknik DRA, sebagaimana dijelaskan Stauffer (dalam Rahim, 2005:47) bahwa Directed Reading Thinking Activity (DRTA) merupakan satu kritikan terhadap penggunaan teknik DRA (Directed Reading Activity) yang kurang memperhatikan keterlibatan siswa berfikir tentang bacaan. Sebenarnya teknik DRA terlampau banyak melibatkan arahan guru memahami bacaan. Selain itu teknik telah diadaftasi sejak dikenal pembelajaran membaca isi suatu mata pelajaran  (Cotent Area Literasi).

Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran menempuh strategi DRTA (Directed Reading Thinking Activity), yang meliputi tiga kegiatan, antara lain : (1) kegiatan prabaca, meliputi : (a) membuat prediksi berdasarkan petunjuk; (b) membuat prediksi dari petunjuk; (2) kegiatan saat baca, meliputi:  (a) membaca bahan bacaan; (b) menilai ketepatan prediksi dan menyesuaikan prediksi; dan (3) kegiatan pascabaca, guru mengulang kembali prosedur yang telah ditempuh hingga semua bagian pembelajaran membaca tercakup semua (Rahim, 2005:48).

Aktivitas yang dapat dilakukan antara lain, menyampaikan tujuan membaca, menanyakan topik bacaan, menyampaikan langkah-langkah  pembelajaran, mencatat prediksi-prediksi siswa di papan tulis. Aktivitas pascabaca adalah aktivitas pengajaran setelah siswa melakukan  kegiatan membaca. Pengajaran pada tahap pascabaca membaca ulang prediksi awal yang dikemukakan pada tahap prabaca, bertanya-jawab untuk merevisi/menguji prediksi awal, melakukan sharing hasil dalam diskusi kelas, serta menjawab  pertanyaan tingkat literal, inferensial, kritis, dan kreatif secara individu.

Tidak ada komentar:

Followers

Jadwal Sholat

Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide
Country:

Translate

timeline

Chat


Bisnis




SPONSOR

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by HARI YANG CERAH